Rabu, 18 Mei 2011

Bentuk Negara dan Bentuk Kenegaraan

Materi Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas X Semester I SMA/K dan MA

1. Sifat hakikat negara

Sifat hakikat negara berkaitan erat dengan : dasar-dasar terbentuknya negara, norma dasar yang menjadi tujuannya, falsafah hidup yang ingin diwujudkannya dan juga perjalanan sejarah dan tata nilai sosial budaya yang telah berkembang dalam negara

Sifat hakikat negara ada 3 yaitu :
a. Sifat Memaksa: negara memiliki sifat memaksa, dalam arti memiliki kekuatan fisik secara legal. Sarana untuk itu adalah polisi, jaksa, hakim sebagai alat penegak hukum dan tentara sebagai alat negara. Dengan sifat memaksa ini, diharapkan semua peraturan perundangan yang berlaku ditaati supaya keamanan dan ketertiban negara tercapai. Bentuk paksaan yang dapat dilihat dalam suatu negara adalah adanya Undang- Undang Lalu Lintas Jalan Raya memaksa setiap pengendara kendaraan bermotor di jalan raya untuk melengkapi dirinya dengan SIM dan STNK serta rambu lalulintas lainnya dan apabila dilanggar akan dikenakan sanksi hukumannya
b. Sifat Monopoli: negara memiliki sifat monopoli dalam menetapkan tujuan bersama masyarakat, misalnya negara dapat mengatakan bahwa judian atau prostitusi dilarang karena dianggap bertentangan dengan tujuan masyarakat atau negara
c. Sifat Mencakup Semua: semua peraturan perundang-undangan yang berlaku adalah untuk semua orang tanpa kecuali. Hal ini perlu sebab kalau seseorang dibiarkan berada di luar ruang lingkup aktivitas negara, maka usaha negara kearah pencapaian masyarakat yang dicita-citakan akan gagal.

Semua peraturan yang dibuat oleh negara berlaku untuk semua warga negara tanpa ada pengecualian, dan di dalam memberlakukan peraturan negara, negara memiliki kekuatan fisik secara legal yang dapat memaksa warga negaranya untuk melaksanakan peraturan yang dibuatnya

2. Asal mula terjadinya negara

Proses asal mula terjadinya negara ada 4 yaitu asal mula terjadinya negara secara primer, secara sekunder, berdasarkan fakta sejarah dan secara teoritis

1. Asal Mula Terjadinya negara secara primer

Dapat kita lihat dari pertumbuhan terjadinya suatu negara seperti berikut ini :
a. Fase Suku / Persekutuan masyarakat (Genootschaft)
Awal kehidupan manusia dimulai dari keluarga, kemudian terus berkembang menjadi kelompok-kelompok masyarakat hukum tertentu (suku). Suku sangat terikat dengan adat istiadat serta kebiasaan yang disepakati. Pimpinan suku (kepala suku atau kepala adat) berkewajiban mengatur dan menyelenggarakan kehidupan bersama. Peranan kepala suku dianggap sebagai primus interpares yang artinya orang yang pertama di antara yang sederajat. Kemudian satu suku terus berkembang menjadi dua suku, tiga suku, empat suku dan seterusnya menjadi besar dan komplek. Perkembangan tersebut bisa terjadi karena faktor alami atau karena faktor penaklukan-penaklukan antar suku, selanjutnya pemimpin dari suku tersebut mendaulat dirinya menjadi penguasa tertinggi yaitu Raja dengan kerajaan sebagai tempat berkuasanya. Jadi negaranya berbentuk kerajaan.

b. Fase Kerajaan (Rijk)
Kepala suku yang semula berkuasa di masyarakat hukumnya, kemudian mengadakan ekspansi dengan penaklukan-penaklukan ke daerah lain. Hal ini mengakibatkan berubahnya fungsi kepala suku dari primus interpares menjadi seorang raja dengan cakupan wilayah yang lebih luas dalam bentuk kerajaan. Pada tahap berikutnya, karena faktor sarana transportasi dan komunikasi yang tidak lancar, banyak daerah taklukannya yang memberontak, menghadapi keadaan yang demikian, raja segera bertindak dengan mencari dana sebanyak-banyaknya melalui perdagangan untuk membeli senjata guna membangun tentara yang tangguh dan sarana vital lainnya. Dengan tentara yang kuat dan tangguh, raja menjadi berwibawa terhadap daerah kekuasaanya sehingga mulai tumbuh kesadaran akan kebangsaan dalam bentuk negara nasional

c. Fase Negara Nasional
Pada awalnya, negara nasional diperintah oleh raja yang absolut dengan sistem pemerintahan tersentralisasi. Semua rakyat dipaksa mematuhi kehendak dan perintah raja, memang pada awalnya semua raja yang berkuasa menganggap dirinya utusan Tuhan sehingga dapat berbuat atas semua kehendaknya, ucapan raja merupakan hukum bagi rakyatnya akhirnya melahirkan raja absolut Hanya ada satu identitas kebangsaan karena rakyatnya berada dalam satu kekuasaan. Fase demikian dinamakan fase nasional di dalam terjadinya negara

d. Fase Negara Demokrasi
Dari fase negara nasional, secara bertahap rakyat mempunyai kesadaran batin dalam bentuk perasaan kebangsaan. Adanya kekuasaan raja yang mutlak menimbulkan keinginan rakyat untuk memegang pemerintahan sendiri, artinya kedaulatan / kekuasaan tertinggi dipegang oleh rakyat. Rakyat berhak memilih pemimpinnya sendiri yang dianggap dapat mewujudkan aspirasi mereka. Ini dikenal dengan kedaulatan rakyat. Pemikiran semacam ini mendorong terlahirnya negara demokrasi

2. Asal Mula Terjadinya Negara Secara Sekunder

Teori terjadinya negara secara sekunder beranggapan bahwa negara telah ada sebelumnya, namun karena adanya revolusi, intervensi dan penaklukan timbullah negara yang menggantikan negara yang telah ada tersebut

3. Asal mula terjadinya negara berdasarkan fakta sejarah (pendekatan factual), yaitu berdasarkan kenyataan yang benar-benar terjadi yang diungkap dalam sejarah adalah sebagai berikut :

a. Pendudukan (accupatie): hal ini terjadi ketika suatu wilayah yang tidak bertuan dan belum dikuasai, kemudian diduduki dan dikuasai oleh suku atau kelompok tertentu
Contohnya: Liberia yang diduduki budak-budak Negro yang selanjutnya merdeka tahun 1847

b. Peleburan (fusi): hal ini terjadi ketika negara-negara kecil yang mendiami suatu wilayah mengadakan perjanjian untuk saling melebur untuk menjadi negara baru
Contohnya: Terbentuknya Federasi Kerajaan Jerman pada tahun 1871

c. Penyerahan ( cessie): hal ini terjadi ketika suatu wilayah diserahkan kepada negara lain berdasarkan suatu perjanjian tertentu
Contoh: Wilayah Sleeswijk diserahkan oleh Austria kepada Prusia (Jerman), karena ada perjanjian bahwa negara yang kalah perang harus memberikan negara yang dikuasainya kepada negara yang menang. Austria adalah negara yang kalah dalam Perang Dunia II

d. Penaikan (Accesie): hal ini terjadi ketika suatu wilayah terbentuk akibat penaikan lumpur sungai atau timbul dari dasar laut (delta) kemudian wilayah tersebut dihuni oleh sekelompok orang sehingga terbentuklah negara
Contohnya: wilayah negara Mesir yang terbentuk dari delta Sungai Nil

e. Anexatie (pencaplokan/penguasaan): suatu negara berdiri di suatu wilayah yang dikuasai (dicaplok) oleh bangsa lain tanpa reaksi berarti.
Contoh: Ketika pembentukan negara Israel pada tahun 1948 negara ini banyak mencaplok wilayah negara lain seperti daerah Palestina, Mesir, Suriah dan Yordania

f. Proklamasi (proclamation). Hal ini terjadi ketika penduduk pribumi dari suatu wilayah yang diduduki oleh bangsa lain mengadakan perlawanan atau perjuangan sehingga berhasil merebut wilayahnya dan menyatakan kemerdekaannya
Contohnya, Negara Republik Indonesia yang merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 dari penjajahan Jepang.

g. Pembentukan Baru (innovation). Munculnya suatu negara baru di atas wilayah suatu negara yang pecah karena suatu hal dan kemudian lenyap
Contohnya, Negara Columbia yang pecah dan lenyap, kemudian di wilayah negara tersebut muncul negara baru yaitu Venezuela dan Columbia Baru

h. Pemisahan (Separatise), Suatu wilayah negara yang memisahkan diri dari negara yang semula menguasainya, kemudian menyatakan kemerdekaanya.
Contohnya, Belgia memisahkan diri dari Belanda dan menyatakan kemerdekaan pada tahun 1939

4. Asal mula terjadinya negara berdasarkan pendekatan teoritis

Adapun teori terjadinya negara ada 5 yaitu :

1. Teori Ketuhanan , berdasarkan teori ini terjadinya negara karena, didasarkan suatu kepercayaan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Tuhan, demikian juga negara terjadi atas kehendak Tuhan (tokohnya : Agustinus, Julius Stahl, Haller, Kranenburg, Thomas Aquinas)

2. Teori Perjanjian Masyarakat, berdasarkan teori ini terjadinya negara karena, adanya perjanjian masyarakat, dimana semua masyarakat mengikat diri dalam suatu perjanjian bersama untuk mendirikan suatu organisasi (negara) yang bisa melindungi dan menjamin kelangsungan hidup bersama (Thomas Hobbes, Jhon Locke, J.J. Rousseau, Montesquieu.)

3. Teori Kekuasaan, berdasarkan teori ini terjadinya negara karena, atas dasar kekuasaan, jadi terbentuknya negara dilakukan oleh mereka yang paling kuat dan berkuasa (Horald J. Laski, Leon Duguit, Karl Marx, Oppenheimer, Kellikles)

4. Teori Hukum Alam, berdasarkan teori ini terjadinya negara karena, hukum alam (kodrat) bukan negara, hal ini disebabkan oleh alam yang berlaku setiap waktu dan tempat serta bersifat universal dan tidak berubah (Plato, Aristoteles, Agustinus, Thomas Aquinas)

5. Teori Kedaulatan,
a. Kedaulatan Negara, kekuasaan tetinggi ada pada negara, bukan pada sekelompok yang menguasai kehidupan negara, dan negaralah yang menciptakan hukum untuk mengatur kepentingan rakyat (Vonthering, Paul Laband, G. Jellinek)
b. Kedaulatan Hukum, Hukum memegang peranan dalam negara.

3. Pentingnya pengakuan suatu negara dari negara lain

Pengakuan dari negara lain meskipun bukan unsur pembentuk seperti harus ada rakyat, wilayah dan pemerintahan yang berdaulat ( unsur konstitutif) namun diperlukan sebagai pernyataan (declaratif) dalam tata hubungan Internasional, adanya status negara merdeka merupakan prasyarat yang harus dipenuhi. Suatu negara tanpa pengakuan negara lain bukan berarti tidak dapat melangsungkan kehidupannya, pengakuan negara lain hanya berperan selaku artribut dari negara yang bersangkutan.

Suatu negara yang baru merdeka memerlukan pengakuan negara lain karena beberapa alasan atau faktor-faktor sebagai berikut :
a. Adanya kekawatiran terancam kelangsungan hidupnya baik yang timbul dari dalam (melalui kudeta) maupun intervensi dari negara lain
b. Ketentuan hukum alam yang tidak dapat dimungkiri bahwa suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dan kerjasama negara lain seperti politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan (poleksosbudhankam)

4. Bentuk-bentuk negara dan kenegaraan

a. Bentuk Negara

Secara garis besarnya di dunia ini kita mengenal ada dua bentuk negara : negara kesatuan dan negara serikat (federasi)

1. Negara Kesatuan

Negara Kesatuan, merupakan negara merdeka dan berdaulat yang pemerintahannya diatur oleh pemerintah pusat

Di dalam negara kesatuan, pemerintah pusat mempunyai wewenang untuk mengatur seluruh wilayahnya melalui pembentukan daerah-daerah (provinsi, kabupaten atau kota). Sistem pelaksanaan pemerintahan negara dapat berupa desentralisasi atau sentralisasi

Bentuk negara kesatuan pada umumnya mempunyai ciri-ciri atau sifat-sifat seperti berikut :
a. Kedaulatan negara mencakup ke dalam dan ke luar yang ditangani oleh pemerintah pusat
b. Negara hanya mempunyai satu Undang – Undang Dasar (UUD), satu kepala negara, satu dewan mentri dan satu dewan perwakilan rakyat
c. Hanya ada satu kebijaksanaan yang menyangkut persoalan politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan keamanan

Indonesia sebagai negara kesatuan yang berbentuk republik sesuai dengan pasal 1 ayat 1 UUD 1945. Ini berarti bentuk negara Indonesia kesatuan dan bentuk pemerintahannya republik

2. Negara Serikat (Federasi atau Bondstaat)

Negara Serikat (Federasi) merupakan suatu bentuk negara yang terdiri atas gabungan beberapa negara bagian. Negara-negara bagian hanya menyerahkan sebagian urusan pemerintahannya kepada pemerintah federal (pusat) yang menyangkut kepentingan bersama, seperti urusan keuangan, pertahanan negara, pos, telekomunikasi dan hubungan luar negeri. Negara-negara bagian pada negara serikat tidak berdaulat namun memiliki kekuasaan asli. Negara-negara bagian pada negara serikat dikatakan memiliki kekuasaan asli karena negara bagian berhubungan langsung dengan rakyatnya.

Contoh negara serikat diantaranya : Amerika Serikat, Australia, Swiss, India, Jerman, Malaysia

Bentuk negara serikat pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Tiap negara bagian berstatus tidak berdaulat, namun memiliki kekuasaan asli
b. Kepala Negara dipilih oleh rakyat dan bertanggung jawab kepada rakyat
c. Pemerintah pusat memperoleh kedaulatan dari negara-negara bagian untuk urusan ke luar dan sebagian urusan di dalam negeri
d. Setiap negara bagian berwenang membuat UUD sendiri selama tidak bertentangan dengan pemerintah pusat
e. Kepala negara memiliki hak veto (pembuatan keputusan) yang diajukan oleh parlemen


b. Bentuk - Bentuk Kenegaraan

Secara garis besar bentuk kenegaraan ada 6 diantaranya : koloni, perwalian, mandat, protektorat, dominion dan uni

1. Koloni
Koloni merupakan negara jajahan dari negara lain. Dalam negara koloni, urusan politik, hukum, dan pemerintahan masih tergantung pada negara yang menjajahnya.
Contoh : Indonesia pernah menjadi koloni Belanda selama 3 ½ abad

2. Perwalian (Trustee)
Perwalian merupakan wilayah jajahan dari negara-negara yang kalah perang dalam perang dunia II dan berada di bawah naungan Dewan Perwalian PBB serta negara yang menang perang
Contoh : Papua New Guinea bekas jajahan Inggris berada di bawah naungan PBB sampai dengan tahun 1975

3. Mandat
Mandat merupakan suatu negara yang tadinya merupakan jajahan dari negara-negara yang kalah dalam Perang Dunia I dan diletakkan di bawah perlindungan suatu negara yang menang perang dengan pengawasan Dewan Mandat Liga Bangsa-Bangsa.
Contoh : Negara Kamerun bekas jajahan Jerman menjadi mandat Prancis.

4. Protektorat
Protektorat merupakan suatu negara yang berada di bawah lindungan negara lain yang kuat. Biasanya negara yang dilindungi tidak dianggap merdeka dan berdaulat. Hal-hal yang berhubungan dengan luar negeri dan pertahanan negara diserahkan kepada negara pelindungnya (suzeren).
Contoh : Negara Tunisia, Maroko, Uni Indo cina (Kamboja, Laos, Vietnam) sebelum merdeka merupakan protektorat dari Prancis

Contoh :Mesir semasa protektorat Turki tahun 1917, Zanzibar semasa protektorat Inggris tahun 1890 dan Albania semasa protektorat Italia tahun 1936

5. Dominion

Dominion merupakan suatu negara yang tadinya merupakan jajahan Inggris yang telah merdeka dan berdaulat serta mengakui Raja Inggris sebagai rajanya (sebagai lambang persatuan). Negara-negara dominion tergabung dalam The British Commonwealth of Nation (negara-negara persekemakmuran)
Dominion merupakan bentuk negara yang khusus dalam lingkungan kerajaan Inggris mempunyai kemerdekaan dan kedaulatan penuh dalam mengurus praktik-praktik urusan kenegaraan baik ke dalam maupun ke luar.
Contoh : Negara Kanada, Australia, Selandia Baru dan Afrika Selatan

6. Uni
Uni merupakan gabungan dua atau lebih negara merdeka dan berdaulat dengan satu kepala negara yang sama

Uni dapat dibedakan menjadi :
a. Uni Personil (Personele Unie), merupakan gabungan dua atau lebih negara yang kebetulan mempunyai raja yang sama sebagai kepala negara. Sementara itu segala urusan dalam negeri dan luar negeri diurus oleh negara masing-masing.
Contoh : Benelux (Belgia, Nederland dan Luxemburg) yang tergabung dalam uni personil tahun 1839-1890. dan Inggris – Scotlandia tahun 1603-1707
b. Uni Riil (Reele Unie), merupakan gabungan dua negara atau lebih yang berdasarkan suatu traktat mengadakan ikatan yang dikepalai oleh seorang raja dan membentuk alat kelengkapan uni guna mengatur kepentingan bersama. Kepentingan bersama itu umumnya berupa persoalan-persoalan yang menyangkut politik luar negeri
Contoh : Uni Austria-Hongaria tahun 1867-1919, dan Uni Swedia-Norwegia tahun 1815-1905
c. Uni Zui Generalis, merupakan gabungan dua negara atau lebih yang mempunyai kelengkapan bersama untuk mengurus kepentingan luar negeri, setelah ada kesepakan lewat perjanjian
Contoh : Uni Indonesia-Belanda tahun 1949-1956
Selain bentuk kenegaraan tersebut di atas ada juga istilah lain seperti Serikat Negara (Konfederasi). Perserikatan ini berdasarkan perjanjian dengan maksud tertentu. Misalnya : yang menyangkut bidang politik luar negeri dan pertahanan bersama. Untuk menyelenggarakan kepentingan serikat dalam perjanjian dibentuklah badan pemerintahan secara kolektif. Dalam konfederasi, kedaulatan negara anggota tetap utuh.

Konfederasi (serikat negara) dalam hukum internasional bukanlah negara, karena masing-masing negara yang membentuk konfederasi tetap memiliki kedudukan internasional. Contoh : Perserikatan Amerika Utara (1776-1778)

3 komentar:

  1. arti dari bentuk negara dan bentuk kenegaraan itu apa?

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. terimakasih .. artikelnya sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus

Sampaikan Kritik dan Saran Anda untuk Penyempurnaan Gagasan saya.

Like ABR CENTER - For Indonesian Future

Sahabat ABR Center

Komentar Untuk ABR